Diri ini menyaksikan penindasan dan penganiayaan
Mendera, mencabik, menyiksa ummat
Membuat kami tak bisa lagi memilih
Kecuali menang….atau mati syahid.
Sesaat aku tersadar ketika diri sudah jauh berlari
Menerobos kemunafikan, kezaliman
Tapi hati tak bisa berkata tidak
Menafikkannya pun tak kuasa
Bahwa di balik proses jihadku
Ada mujahid yang ku tak tau entah mengapa
Menggerogoti sisi lemahku
Menjadikanku tiada berdaya
Jihad ini seakan pudar
Azzam ini seakan luntur
Saat tiba-tiba ku tau bahwa mujahidku akan pergi
Di negeri Musa dia kan berjuang
Layaknya Shalahuddin, dia akan menguatkan cita
Entah untuk berapa lama
Layaknya orang bodoh, mungkin aku akan menunggunya
Atau realita yang berkata
Dan aku akan melupakannya.
Sejenak kini aku merenung
Apa memang hanya sebegini tekadku
Merenda asa untuk menangkan Islam
Merajut harapan untuk kembangkan jihad
Sebenarnya diri ini malu tiada terkira
Pada-Mu ALLAH, Yang Maha Membolak-balikkan hati
Antara jihad dan seorang mujahid
Diri ini ada dalam kebimbangan
Haruskah kutinggalkan jihad, demi mujahidku?
Ataukah terpaksa kulupakan dia, demi jihadku?
Tak bisakah semua berjalan seiring tanpa luka?
Ya ALLAH kupasrah segala.

Assalamualaikum….anti ikut organisasi apa?
Assalamualaikum ….
Allohu AKbar……………….Tanamkan Semangat Jihad didada kalian wahai pemuda………………
slt atout le monde
assalamualikum
puisi ato bener2 nyata ni ukht??
semoga mendapat apa yang diinginkan ya
jalan-jalan ke blog ane ya …
assalamulaikum
Assalamualaikum?
Hiks hiks…
Tetaplah berjihad…
Siapa tau dpt bnus mjahId
hehehe:-)
saya sepakat ma Sya…
smile please
Assalamu alaikum.
Afwan mungkin ana hanyalah tamu tak diundang yang nyasar masuk blok anda.
Sebenenya rasanya memang bagus isinya, namun saya kurang sepakat dengan gambarnya.
Bukan karena kualitas gambarnya, namun yang digambarkan.
Afwan
Wassalamu alaikum