Terasing. Sendiri. Begitulah yang kau rasakan seandainya kau hidup di lingkungan keluarga sepertiku. Aku hidup di antara orang-orang Nasrani. Bahkan salah seorang kakakku, tak pernah mau mengakui adanya Tuhan. Ia atheis! Awalnya aku ragu dengan keputusanku masuk Islam. Dan memang, keluargaku menentang habis-habisan. Tapi teman-teman kuliahku selalu menguatkanku untuk tetap istiqomah dalam agama Allah ini.
Filed under: Cerpen, remaja | Ditandai: Cerpen Islam, Murtad, Taubat | 1 Komentar »